Kamis, 18 Juli 2013

Karena Ramadhan hanya satu bulan

0 komentar
Alhamdulillah, Ramadhan yang dinanti selama 11 bulan silam datang juga. Ramadhan datang dengan membawa keberkahan yang banyaknya tak bisa kita hitung. Keberkahan yang bisa diraih oleh siapa saja yang menginginkan dan pasti berusaha untuk mendapatkannya.



Alhamdulillah, Alhamdulillah. Walaupun ramadhan tahun ini seperti biasanya, berbeda-beda hari dimulainya, tapi yang jelas ramadhan ini membawa kedamaian yang insya Allah lebih besar dari tahun sebelum-sebelumnya.

H-1 ramadhan, yang saya kira sudah masuk ramadhan, saya yang seorang anak kos di daerah ibu kota belum merasakan feel dari ramadhan. Sampai stress sendiri, takut kalau saya tidak bisa fokus untuk meraih keberkahan yang tersedia luas di bulan ini. Tetapi, Alhamdulillah, saat pemerintah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada malam rabu, feel itu tetiba hadir dan membuat semangat kembali membara.

Banyak sekali ibadah dan amalan yang dapat dilakukan di ramadhan berkah ini. Mulai dari sebelum terbitnya fajar sampai tenggelamnya kembali bulan, mulai dari kita membuka mata sampai kita kembali memejamkan mata. Subhanallah, merinding juga saya nulis ini. Ramadhan yang sangat disayangkan hanya berdurasi 1 bulan, belum untuk seorang muslimah yang 1 bulan itu terpotong oleh “tamu bulanan”.


Berikut ini adalah beberapa amalan yang dapat kita lakukan di bulan ramadhan berkah ini, yang beberapa menjadi target saya di bulan ramadhan ini. Tulisan ini tidak murni hasil pemikiran saya sendiri, melainkan tambahan dari beberapa sumber.

                         1. Berpuasa
Nah, kalau yang ini ibadah yang wajib dan kudu dilaksanakan di bulan ramadhan ini. Puasa merupakan kewajiban bagi orang-orang yang beriman agar mereka bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 183. Ibadah ini juga merupakan ciri khas-nya dari ramadhan. Jadi, bagi anda dan saya yang mengaku hamba yang beriman, jangan sampailah kita meninggalkan ibadah wajib yang satu ini kecuali ada alasan yang benar-benar membuat kita tidak bisa berpuasa.

                      2. Perbanyak baca Al-qur’an
Bulan ramadhan ini merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an. Jadi, Al-Qur’an menjadi lebih mulia di bulan ini. Tadarus atau membaca Qur’an ini merupakan ibadah yang sangat gampang dilakukan, dapat dilakukan di waktu senggang kita. Saat waktu menunggu shubuh, menunggu buka, istirahat jam kantor, atau saat di dalam kendaraan saat macet, dari pada bergosip ria coba. Dengan cara seperti itu, dalam satu bulan ramadhan ini paling tidak satu kali khatam pasti bisa tercapai.

                          3. Tarawih
Nah, ini dia sholat sunnah yang istimewa. Istimewa karena hanya ada di bulan yang penuh rahmat dan barakah ramadhan ini. Dan sangat sangat menyesal dan disayangkan jika kita tidak bisa melaksanakan tarawih selama sebulan penuh ini. Bersyukur sekali saya punya emak yang telah mengajari saya sejak kecil untuk tetap tarawih berjamaah (di musholla atau masjid) walaupun hujan badai menghadang. Dan entah kenapa tahun ini saya sangat bersemangat dengan sholat sunnah muakkad yang satu ini. Semoga bisa tetap istikomah.

                              4. Tahajud
Sholat malam yang dilakukan mulai sepertiga malam ini sepertinya akan lebih mudah dilakukan pada bulan ramadhan ini. Ini dikarenakan sholat ini bisa dilakukan sebelum sahur atau sebelum memasak sahur bagi anda yang memasak. Tahajud ini juga bisa dilakukan untuk lebih membuka mata sebelum melaksanakan sahur, sehingga pas sahur mata kita udah melek dan dijamin makan sahur pun lebih berselera. Hoh, nikmatnya ramadhan.

                           5. Dhuha, rawatib
Kalau sholat sunnah yang dua ini mungkin sudah sering dilakukan oleh sodara-sodara semuanya di luar bulan ramadha, karena ibadah sunnah ini lumayan tidak begitu berat dilakukan karena dapat dilakukan di antara aktivitas-aktivitas siang kita. Di bulan biasa saja ibadah memiliki nilai istimewa apalagi di bulan ramadhan? So, ayo tetap sempatkan diri untuk melakukan dua sholat sunnah ini.

                             6. Sodaqoh
Sama dengan amalan lainnya, sodaqoh dan infak di bulan biasa saja sangat mulia, apalagi di bulan ramadhan. Sodaqoh ini dapat juga dengan membei buka untuk mereka yang sedang berbuka, karena pahalanya sama saja dengan pahalanya orang yang berpuasa.

   7. Pekerjaan dan kegiatan lainnya yang kita niatkan untuk ibadah
Dan banyak sekali amalan dan kegiatan yang dapat menjadi berkah di bulan yang penuh rahmat ini. Sebagai contoh misalnya rutinitas kerja kita yang kita lakukan dengan ikhlas dan niat ibadah, menjadi ibu rumah tangga yang melayani keluarganya (untuk anda yang sudah ibu-ibu), menyenangkan teman, salam, sapa, ramah, menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan, mengikuti kajian keislaman, mencari ilmu dan belajar apapun, dan banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan dan definisikan satu per satu.


"Maka, beribadahlah semaksimal mungkin di bulan ramadhan tahun ini, karena kita belum tentu memiliki kesempatan untuk merasakan kembali berkah di bulan ramadhan tahun depan."

Selamat menjalankan ibadah di bulan ramadhan ini. Semoga amalan dan ibadah kita diterima dan membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Aamiin! 


Senin, 01 Juli 2013

Kalap di PRJ Kemayoran

0 komentar

Hari ini adalah minggu kedua terakhir dilangsungkannya Pekan Raya Jakarta (PRJ). Dan saya, sebagai penghuni Jakarta, gak mau ketinggalan untuk berburu barang-barang diskonan di pasar terbesar di Jakarta yang adanya hanya setahun sekali. Pasar yang menjual dan memamerkan barang-barang lengkap, mulai dari fashion, elektronik, furniture, produk UKM, gadget, sampai makanan.
Sebenarnya agenda ke PRJ ini iseng-iseng berhadiah saja buat kami (saya dan dian). Dari pada hari minggu gak ada acara. Itung-itung refreshing sekaligus belanja barang murah (kalau nemu). Ini adalah kali kedua kunjungan saya ke PRJ sebelum tahun lalu pernah juga muter-muter PRJ sambil nonton Andra and the Backbone di panggung utama. Dan ternyata, tahun ini saya ketagihan pingin kesana lagi.
Kami ke Kemayoran (titik asal adalah Jalan Gading Raya, Rawamangun, Jakarta Timur) menggunakan angkutan umum. Dari titik asal Gading Raya, kami  naik angkot 02 arah pulogadung (tapi gak nyampe pulogadungnya, hanya sampai depan tip top), lanjut metromini 03 arah senen dan turun di cempaka putih. Cempaka Putih ini di sebelah mananya kami saja gambling, hanya berbekal dari hasil googling, yang penting sampai ketemu mikrolet 53. Angkot terakhir adalah mikrolet 53 ini. Angkot ini bisa membawa kami dari Cempaka Putih langsung mendekati arena PRJ. Eh, jalan dikit ding menuju pintu masuknya, tapi lumayan jauh kalau dari loket pembelian tiket masuk.
Tiket masuk tahun ini untuk weekend yang harus kami bayar sebesar Rp 30.000,-. Harga yang cukup mahal, kalau kita gak beli apa-apa. Tapi akan menjadi harga yang murah kalau kita membeli barang atau memuaskan dahaga kita untuk mengetahui spesifikasi barang-barang yang kita tuju. Atau untuk survey harga-harga untuk memulai usaha. Untuk kami yang hanya sekadar refreshing, harga ini lumayan mahal. Jadi, kami pun tidak ingin menyia-nyiakannya. Harus belanja yang banyak. Dan belanja yang banyak itu butuh waktu yang lama. Walhasil, kami berhasil bertahan di arena PRJ selama 12 jam untuk melihat setiap stand yang kami temui.
Hall pertama yang kami kunjungi adalah hall C yang berisi stand buku, power bank, flashdisk, aksesoris komputer macam cooling fan dan headset, tas sparks dan tas lain, dan penjual mainan. Karena kami kurang tertarik dengan pameran itu dan tujuan kami dari rumah adalah matahari department store yang sudah kami tahu akan memberi banyak diskon, kamipun langsung ngacir ke matahari department store yang adanya di gedung pusat niaga lantai 4. Dan benar saja, sudah banyak emak-emak dan remaja putri yang sibuk mengobrak-abrik barang-barang disana.
Setelah dari matahari, kami hanya melanjutkan petualangan berbelanja kami di gambir expo. Di situ ada outlet rodeo, polo, cardinal, zoya, the body soap, crocs, dan lainnya. Di outlet outlet gambir expo ini juga banyak sekali diskon dan promonya. Ada yang buy one get one free, ada yang harga mulai dari 5000, ada yang dapat setengah harga. Ada yang diskon up to 80%.
Ya, saya hanya bisa sedikit menceritakan tentang outlet dan stand fashion, karena tahun ini saya hanya berminat untuk melihat-lihat itu. :) Semoga bisa menjadi referensi ya.
Dan untuk kalian yang berdomisili atau sedang berkunjung atau akan berkunjung ke Jakarta, mumpung masih seminggu lagi, silakan mampir ke PRJ. Di minggu terakhir pasti diskonannya lebih banyak dan lebih besar lagi.. Siapkan kaki dan uang yang cukup, dan jangan lupa berdo’a 
"Ya Allah, lindungilah kami dari bahaya kalap mata"

Jumat, 19 April 2013

Keluarga baru, Keluarga Kelas C

0 komentar

Yak, prajabatan ini memberikanku satu tambahan keluarga baru, keluarga kelas C. Keluarga yang sangat indah, sangat unik, berbeda dengan keluarga-keluarga yang kutemui sebelumnya. Beraneka rupa manusia beradu satu dalam keluarga kelas C. Keluarga yang sangat menyenangkan dan menyamankan. Keluarga yang membuatku mengubah pola pikirku tentang prajab, yang tadinya  “neraka” menjadi surga (entah surga lapisan berapa J).
Kelas C ini dipimpin oleh seorang makhluk yang sangat aneh, sebut saja dia mas Alam. Seorang pegawai dari instansi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang tadinya terlihat sangat berwibawa dan gagah, namun citranya langsung menurun setelah keluarga kami bermain truth or der. Permainannya apa? Itu privasi keluarga kami.
Kepemimpinannya yang demokratis dan bebas membuat keluarga kami jauh dari suasana tegang. Gak ada yang namanya hukum-hukuman, yang ada hanya suasana yang nyantai, tapi serius. Pak Ketu gak pernah nyuruh-nyuruh atau maksa-maksa anak buahnya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Dia menganggap kami adalah manusia-manusia dewasa yang sudah tau aturan. Wow banget gak si? Hahahaha.
Di keluarga kelas C juga tidak ada peng-kotak-kotakan dalam ber-gahol, tidak seperti komunitas-komunitas sebelumnya yang aku terlibat di dalamnya. Semua membaur menjadi satu, gak ada pembeda bedaan. Tidak peduli dari instansi mana pun, tidak peduli dari daerah manapun, tidak peduli agama apa pun. Indah, sangat indah.
Antara satu orang dengan semua orang lainnya yang ada di kelas juga semuanya saling kenal. Hal ini karena tiap pelajaran, kami selalu dijadikan kelompok, dan kelompoknya selalu berbeda orang-orangnya.
Keluarga ini pulalah yang membuat aku gak jadi bete saat pengulangan tanggal lahirku. Jujur, aku gak suka tanggal lahirku diketahui oleh banyak orang, semua ini gara-gara ada NIP. Karena NIP, semua orang se-diklat jadi bisa tau tanggal lahirku. Dinyanyiin selamat ulang tahun oleh anak-anak Becewati dan keluarga  kelas C. Aku gak suka di-heboh-in sama orang banyak, karena aku gak pantas untuk itu. Dan aku Bete di pagi itu.
Namun, ke-Bete-an itu berubah menjadi haru dan bahagia saat keluarga kelas C memberiku sebuah kue ulang tahun. It’s surprised. Gak nyangka mereka bakal memberiku kue ulang tahun itu. Orang tuaku saja belum pernah membelikannya. Gak peduli ukurannya, gak peduli rasa dan mereknya, yang aku peduliin adalah bahwa mereka peduli kepadaku. Terima kasih keluargaku. Terima kasih Hesty, Bebe, Nurul, Bang Erwandi, Luthfi, dan teman-teman yang udah merencanakan itu. Oya, saat itu pertama kalinya pula saya diberi bunga, walaupun bunganya KW Plastik. Terima Kasih Luthfi udah mau dikorbanin sama anak-anak. Hahahaha.
Dan saat terberat adalah berpisah dengan keluarga kami karena prajab sudah usai. Namun, sebelum kami berpisah (dari prajab dan untuk sementara), kami sempat bermain truth order dan saling memberikan testimoni dari semua teman sekelas. Itu akan menjadi kenangan dan akan membuat kami tertawa tawa sendiri besok hari saat kami membacanya kembali.
Terima kasih teman-teman Prajab, teman-teman DJKN, DJPB, Setjen, Itjen, DJP yang kami gak nyangka bakal baik-baik banget sama becewati-becewati macam kami.
Dan sekarang setelah penempatan daerah diumumkan, kita harus bener-bener misah kota, bahkan pulau. Tapi hati-hati kita akan tetap berpaut kan? Jaga Keindahan Indonesia ya! saya akan merindukan kalian. :)
ibu bebelinda sedang memberikan kesan pesan

usai mengisi testimoni

kue sederhana. terima kasih!

terima kasih lagi!

terima kasih juga!











paling suka sama foto ini.

latar belakangnya so good

ini hasil jepretan orang yang masih belajar kamera dslr


berasa foto di studio

Rabu, 20 Maret 2013

Coretan Kenangan Prajabatan Golongan II Angkatan 1

3 komentar

Alhamdulillah, prajab yang kami (STAN 2011) tunggu-tunggu datang juga. Setelah 1 tahun lamanya kami di”cuekin”, akhirnya kami dipanggil juga. Ayeeee

Preparation
Untuk persiapan prajab ini, gak terlalu rempong kayak persiapan samapta dulu yang macam beli minyak tawon, counterpain, tolak angin, dan obat-obat sejenisnya. Keperluan yang perlu dibawa sebatas baju (item-putih, batik, baju olah raga), sepatu, alat ibadah, alat mandi, dan pastinya syarat administrasi buat registrasi. Okeh, semua sudah siap, saya sudah cantik (dari dulu), ready to go!!!

Perjalanan ke Wisma Duta Wiyata
Wisma Duta Wiyata berlokasi di Jalan Pertanian Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Yak, di tempat itulah untuk tiga minggu ke depan kami akan dibina dan ditempa. Dari alamatnya si sepertinya di tengah kota ya, Jakarta. Tetapi tetapi tetapi, WDM ini tempatnya nylempit nylempit ternyata. Tidak ada angkot yang lewat depan wisma. Jalan keluar gang dikit juga masih belum ada angkot. Tetapi tenang saja, masih banyak kok mobil pribadi yang lewat.
Lanjottt, sesampainya disana, kami menuju resepsionis untuk check in dan melihat pembagian kelas. Taraaaa, aku sekamar berdua sama cewek yang hyperaktif dan ekspresif, satu direktorat juga di kantor, dialah loli popi aka Lolitong. Dan Taraaaa juga, aku dapet kelas C, kelas yang sama seperti kelas waktu samapta, dan dengan anak-anak yang sama kayak waktu samapta. Barengan Hesty, Qori, sama Melitong.

Hari-hari terasa indah di prajab
Hari pertama pasti dibuka dengan acara pembukaan. Motivasi-motivasi dan ucapan selamat datang disampaikan oleh ibu yang cantik itu. Komitmen untuk dihukum satu angkatan jika salah satu orang melakukan kesalahan juga kami ikrarkan. Setelah pembukaan, jadwal kami adalah leyeh-leyeh, sebelum dilanjutkan pelajaran untuk yang pertama kalinya. Pelajaran pertama untuk kelasku, dan kelas-kelas lainnya adalah dinamika kelompok. Seperti namanya, pelajaran ini dimaksudkan agar kelas C, yang belum kenal satu sama lain, menjadi kenal (gak hanya kenal nama) dan memudahkan dinamika kami dalam menempuh hari-hari kami 3 minggu ke depan. Pelajaran pertama ini sangat menyenangkan. Why??? Karena gak ada ujiannya dan isinya main-main doang. Bermacam-macam game dimainkan sampai suasana cair dan kami pun langsung akrab di hari pertama. Padahal, malemnya saat pembagian modul dan pemilihan ketua kelas, kami cuek-cuek-an gitu. :D.
Hari-hari selanjutnya dimulai dengan senam pagi jam 5.15. Bangun pagi sebelum shubuh adalah keharusan. Rasanya memang sangat capek, setelah seharian mengikuti pelajaran sampai malemnya juga apel sampek malem itu badan pegel dan mata mintanya ngelanjutin buat merem. Tapi, dengan niat,  semangat, dan positive mindset, kami bisa kok tetep senam pagi atau lari pagi, sambil nyanyi-nyanyi “Lari lari…tiap pagi…badan sehat…urat kaki…”.
Tentang pelajaran-pelajaran di prajab, itu pelajaran yang benar-benar baru bagi kami, kecuali keuangan Negara yang pernah kami dapatkan saat kuliah di STAN dulu. Pelajaran-pelajaran prajab kebanyakan ya pengetahuan untuk bekal kami menjadi seorang PNS, macam etika PNS, manajemen kepegawaian, mindset PNS, dan kawan-kawannya. Metode pembelajaran di prajab juga mengasyikkan. Hampir semua pelajaran adalah diskusi kelompok. Tiap pelajaran kelompoknya beda. Jadi bisa kenal dan tau sifat semua teman di kelas. Metode presentasinya pun gak sekadar njelasin slide, tetapi bisa lewat drama. Dan sering banget di kelas kami dramanya. Dalam waktu maksimalnya 30 menit kami merancang drama (tentang pelajaran tentunya) untuk kemudian ditampilkan di depan teman-teman sekelas. Hasilnya pun gak kalah sama ftv ftv. Anak anak kelas C pada jago acting cuy. Dan metode belajar inilah yang membuat saya jadi gak ngantuk dan gak jadi bosen saat prajab. “Prajab itu sangat menyenangkan, kecuali buat yang sudah berkeluarga. Tapi Prajab cukup satu kali dalam hidup kita.”

Ujian
Andai saja prajab ini gak ada ujiannya, pasti kesenangan itu akan menjadi mutlak. Hehe. Tapi jika gak ada ujian, dijamin gak ada yang bakal dengan serius mengikuti pelajaran. Ya, paling tidak dengan adanya ujian, kami lebih serius saat mengikuti pelajaran sehingga kami dapet ilmu dan pengetahuannya.
Hari minggu saat minggu kedua kami di asrama, kami udah mulai tegang. Suasana minggu pertama dan awal minggu kedua, yang kami bisa heha hehe, ongkang ongkang baca-baca majalah di kala senggang praktis hilang. Mulai mendekati minggu ketiga, tiap malem usai apel malam sebisa mungkin kami baca modul, walaupun 1 bab saja seringnya gak dapet. Tak apa,namanya juga usaha J.
Malam ujian adalah malam yang sangat tegang. Otak tegang, hati tegang, mata juga tak kalah tegang. Bayangpun, 6 buku harus habis dalam satu hari, sampai otakku “kemebul” setiap selesai ngerjain soal.
Ujian hari pertama entah kenapa saya sangat nyantai. Saya masih bisa memejamkan mata kala ngantuk mulai mendera. Walhasil, hari pertama ada 1 modul yang belum sempat saya ulangi. Dan rasanya, nyesel dan nyesek.
Penyesalan ini membuat saya me-“melek”-an mata pada malam kedua ujian. Pokoknya ngantuk dikit langsung gerak dan makan. Dan, alhamdulillh, saya merasa lebih baik.
“Manusia hanya bisa ikhtiar, sisanya serahkan kepada Allah”.

Penutupan
Ujian usai berarti prajab pun usai. Antara senang dan sedih. Senang karena ujiannya udah selesai. Sedih karena gak dapet makan gratis lagi #eh. Tapi karena gak makan gratis lagi bener juga si. Gak bisa lagi tidur di kamar tidur nan luas dan sejuk juga salah satu yang membuat sedih. Tetapi, yang paling sedih adalah pisah sama kalian, anak-anak kelas C khususnya dan anak-anak Prajab II Periode 1 pada umumnya. Gak bisa lagi makan bareng sama kalian, gak bisa olah raga bareng, gak bisa belajar bareng kalian lagi di kelas, gak bisa heha hehe bareng lagi, gak bisa apel malem dan nyanyi2 bareng lagi, gak bisa naik odong-odong bareng lagi, gak bisa coffee break malam sambil bercengkerama sambil dikentutin lagi sama Bob, dan gak bisa lagi merasakan kasih sayang dari kalian (eaaaa, apalagi).
Acara penutupan yang singkat tapi berkesan pun dihelat setelah ujian hari kedua selesai. Doa, harapan, dan ucapan selamat dilontarkan. Terharu, sangat terharu. 19 hari yang tadinya saya kira akan menjadi neraka terasa berlalu dengan sangat singkat. It means saya sangat menikmati penggemblengan selama 19 hari ini. 

suatu saat di ruang makan



suasana belajar di kelas

sambil ngantri ngambil makan, sambil poto

snsd versi kelas C

botol-botol testimoni

anteng banget nulis testinya

botol testimoni yang sudah berisi



kami bersama botol kami (1)

kami bersama botol kami (2)

makaaaannn!!

habis istirahat

habis istirahat

ups, ada yang lagi dirayu :)

setelah pelajaran berlangsung

dua anak yang kurang bahagia di masa kecilnya

perjuangan menaklukkan ujian (1)

batik yang (tidak sengaja) sama. fiiuhhh

hey, ini seragam prajab angakatan 1

saat-saat akhir prajab (jadi hobi foto)

setelah coffee break malam

9C (sepertinya ada yang belum mandi)

bahkan tidur pun harus tetap memegang buku

kamar tidur di wisma duta wiyata yang nyaman :)

6 modul yang harus dihabiskan dalam 1 malam


porsi makan yang ajibbb

name tag kenangan c-28

Selasa, 26 Februari 2013

Prajab H-2

0 komentar

Hari kedua prajab dimulai dengan senam pagi. Senam kali ini berbeda dengan senam jaman samapta. Senam jaman samapta adalah senam dengan membawa senjata ssbc dan dimulai pukul 4 sebelum shubuh. Sedangkan senam prajab adalah senam tanpa senjata dan dimulai jam 5.15 setelah shubuh. Pikiranku "ah,santai, kecil". Tetapi ternyata sodara sodara, kaki saya keram dan masih pegel banget sampai sekarang (jam 22.19).

Setelah bebersih pasca berkeringat, makanlah kami di ruang makan dengan desain yang unik (gak penting juga tempat makannya). Dilanjutkan dengan pelajaran "etika organisasi pemerintah". Hoammm, pelajaran yang cukup membosankan. Materinya si cukup asyik, karena membahas pns yang bukan lain adalah diri kami sendiri. Akan tetapi, penyajian yang kurang menarik kali ya yang buat jadi membosankan. Atau karena saya yang kurang motivasi. Entahlah.

Lebih parah lagi, pelajaran kedua di hari ini aku salah bawa modul. Dan, hal ini membuat saya yang tadinya terkantuk-kantuk jadi melek karena takut ketahuan dosen dan dimarahi.

Dan entah kenapa baru hari kedua diklat, hari kedua sodara sodara, saya sudah sangat jenuh dan bosan. Ingin segera mengakhiri diklat ini dengan kelulusan dan nilai yang bagus. Ingin segera pulang, ketemu mamah, memeluk mamah, dan gigit gigit tangan mamah.

Selasa, 15 Januari 2013

Review buku "Melukis Pelangi" Oki Setiana Dewi

0 komentar
Melukis pelangi, buku pertama mbak oki setiana dewi, pemeran anna althafunnisa dalam film dan serial ketika cinta bertasbih. Buku yang merupakan buku best seller juga. Gak salah jika saya langsung berjingkat saat lihat di twitter bahwa freebook hari itu buku melukis pelangi ini. "saya harus dapet itu buku". Dan setelah 1 jam saya ngantri, alhamdulillah i got it. Yayyy!!!! Eh, kok jadi ngomongin proses mendapatkan buku ini.

Melukis pelangi, rupanya judul ini tidak asal dicomot oleh mbak oki. Melukis pelangi ini bermakna perjuangan sang oki setiana yang keras membuahkan hasil yang indah. Seperti pelangi yang indah, muncul setelah hujan yang menurut sebagian besar orang mengerikan.

Secara garis besar, buku bertebal 384 halaman ini menceritakan tentang kisah perjalanan hidup oki. Kisah hidupnya mulai dari dia kecil sampai dia dewasa sekarang. Kisah hidupnya dengan keluarganya yang sangat harmonis. Baca yang bagian ini membuatku yang anak kos jadi teringat pada orang tuadan adik-adikku. Buku ini juga menceritakan tentang asal mula dari jilbab yang dikenakannya. Dalam buku ini dia juga menceritakan perjalanan karirnya selama masih di Batam dan belum berjilbab serta perjalanan karirnya setelah dia memutuskan untuk berhijab. W.O.W banget dah perjalanan hidupnya. Dari ditolak-tolak PH karena gak mau melepas jilbabnya sampai akhirnya menjadi seperti sekarang. 

Sepanjang membaca buku ini, saya sempat meneteskan air mata, terutama saat bagian sakitnya ibu oki. Betapa sayangnya dia sama ibunya. Dengan setia oki selalu menemani sang ibu yang menderita penyakit langka, Pemphigus vulgaris. Oki juga selalu memberikan semangat kepada ibunya, bukan malah ikut menjadi drop dengan keadaan ibunya. Episode kehidupannya saat awal-awal di jakarta juga membuat saya trenyuh. Betapa tegarnya oki yang masih SMA. Hidup sendiri di ibu kota dengan kesusahannya sendiri tanpa menceritakan pada keluarganya. Saya jadi malu. Sedikit sakit saja langsung lapor sama rumah. Malu juga saya rasakan saat tau betapa teroganisir sekali hidup oki, membuat daftar visi yang akan dia capai dan cara untuk mewujudkannya. Sedangkan saya? Tidak perlu diceritakan.

Dalam buku ini, bahasa yang ia gunakan sangat lugas dan bahasa sehari-hari banget, malah ada beberapa kata dan kalimat yang strukturnya tidak baku. Ini karena dia menulis dengan gaya bercerita. Bahasa yang ringan ini membuat buku ini mengalir dan gampang dipahami.

Buku ini recommended banget buat kalian yang masih remaja, anak SMP atau SMA. Buku ini bisa menjadi penyemangat untuk meraih impian kalian. Untuk kita (saya dan kalian) yang sedang berlatih berjilbab juga buku ini dapat kita jadikan referensi untuk istiqomah dengan jilbab kita.



 
Copyright © celoteh bocah ndeso