Jumat, 13 Juni 2014

Bali, (still) The Dream Island


Alhamdulillah, akhirnya memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menginjakkan kaki di pulau mimpi, julukan yang saya berikan sendiri untuk pulau yang memiliki panjang 153 km dan lebar 112 km. Yak, pulau mimpi dikarenakan semua tempat (yang saya kunjungi) indah dan cantik (seperti saya) berasa dalam mimpi.Setelah sekian lama, sejak dari SMA, memendam hasrat untuk bisa pelesir ke pulau ini, finally, here I come Bali.
Sebelum berangkat ke Bali, tak banyak persiapan, tak sempat arrange mau ke tempat mana mana saja, gak sempet beli aksesoris-aksesoris penunjang untuk menambah ke-kece-an diri saat di Bali besok. Sehari sebelum berangkat, perut mules bayangin bali kayak apaya? Apakah seperti yang saya lihat di ftv2 apa kagak. Apakah seadem dan seramah seperti yang saya lihat di ftv.
Oke, tanggal 29 bulan April jam 15.00 WIB penerbangan ke Bali dengan menggunakan pesawat tiger air (promo) dilaksanakan. Dan Alhamdulillah jam 18.00 WITA pesawat landing dengan selamat di NgurahRai International Airport, walaupun pas mau take off sama pas landing pesawatnya bunyi gledeg gledeg.
Disana sudah siap teman-teman terbaik saya, mbak april dan cicil, yang menjemput saya dan hesty. Oiya, saya pergi berdua bersama hesty, my kost mate. Dan kosan mereka pun sudah dipersiapkan untuk menampung traveller gembel macam kami. Hehe
Malam setelah bebersih dan sholat, kami diajak makan malam di Ayam Betutu. Kami memilih menu ayam goreng betutu dan ayam bakar.Oke, ini adalah pertama kali saya mencicipi (berasa makan dikit doang) ayam betutu. Ayam goreng betutu yang saya pesan itu dibanderol dengan harga 29.000 per paketnya. Rata-rata harga untuk menu paket yang lain juga sekitar itu. Selain ayam betutu, terdapat juga menu pepes dan sate lilit. Akan tetapi, karena kami kemaleman, kami udah kehabisan. Oiya, untuk gambar saya tidak sempat memfotonya.Udah langsung saya masukkin kemulut dengan cantik itu ayam goreng betutu dan plecing kangkungnya.
30 April 2014
Setelah semaleman kami geje merencanakan mau kemana besok hari, akhirnya ditentukanlah destinasi tanpa estimasi waktu untuk hari itu. Kami mau ke pantai pandawa, pura uluwatu, pantai padang-padang, dan Garuda Wisnu Kencana. Perjalanan ke pantai pandawa dapat dibilang kurang lancar karena petunjuk jalan kami, sang google maps, mengarahkan jalan yang muter-muter, ditambah kekurangjeniusan saya menjadi boncengers sekaligus pembaca peta. Harusnya belok kanan malah belok kiri. Tapi, Alhamdulillah ya, dengan petunjuk-petunjuk di jalan kami berhasil menyampaikandiri di Pandawa beach.



What a beautiful beach. Langit, air laut, dan tanah yang borderless, menyatu. Warna langit birunya gak ada di Jakarta. Pasir putih nan halusnya beda sangat dengan pasir di Ancol. Kata temanku, di sini ada cano, tetapi pas kami kesana gak ada itu cano yang berseliweran di pantai. Sepertinya karena ombak yang lumayan besar waktu itu.
Oiya untuk bisa masuk ke pantai ini gretong bu, bayar parkir motor aja, Rp 2.000,-
Destinasi kedua adalah Pura Uluwatu. Masih agak dekat dengan pantai Pandawa, tapi gak deket banget juga si. Pas udah deket loket masuk, ada plang yang menunjukkan Pantai Uluwatu dan Pura Uluwatu. Kami memutuskan untuk ke pantai terlebih dahulu. Lumayan jauh si dari petunjuk yang tadi. Tapi, akkkkk, bagusss. Kalau kata teman-temanku itu namanya Pantai Blue Point. Ada café-café gitu di atas batu karang (yang besar) pinggir laut. Kami menikmati ombak dan birunya laut dari atas karang. Untuk masuknya, tinggal bayar parkir aja Rp 2.000 sama ibu-ibu Bali yang jaga pintu masuk dan parkiran sambil mereka bikin kerajinan tangan souvenir untuk dijual sama bule-bule.



Di Pura Uluwatu parkirnya Rp 2.000, terus untuk masuk ke kawasan Pura Rp 15.000, itu kayaknya buat sewa sarungnya. Terus, biasanya ditawarain pisang buat makan monyet Rp 20.000 (waktu itu saya gak beli karena takut entar monyetnya malah ngejar pisang, padahal karena menghemat juga. hihi). Dan, lagi-lagi saya disuguhkan langit biru dan laut biru yang eksotik. Memandangi laut dari atas bukit. Thanks God for this beautiful beach and sea.



Destinasi selanjutnya adalah Pantai Padang-Padang. Masih sejalan juga dengan pantai Pandawa tadi. Dengan bantuan google maps kami berhasil sampai dengan cantik. Kala itu kira-kira udah siangan, lebih dari jam 12. Si Padang-padang ini penuh dengan bule berjemur.Dari anak kecil sampai simbah-simbah. Pas kami datang, tak terlihat itu orang local macam kami. Kayaknya kami berdua udah kayak berada di tempat asing. Dan hanya kami berdua yang berpakaian tertutup rapat sementara semua bule di situ hanya memakai bikini. Hanya kami berdua yang mencari tempat teduh sementara para bule sibuk mencari sinar matahari. Pantainya lumayan bagus, masih lebih bagus dari Kuta, tapi masih lebih bagus Pandawa. Pantainya juga kecil kayak private beach. Buat bisa berjemur dengan bule-bule di Padang-padang, cukup bayar Rp 2.000 untuk parkir motor. Oiya untuk berjemurnya pun di Padang-padang takdisediakan dipan-dipan kayu itu, mereka baringan di atas pasir dengan alas kain Bali.




To be Continued: day 2,3, 4

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © celoteh bocah ndeso