Senin, 13 November 2017

Khao Yai: mmm worth it gak ya?

1 komentar
Khao Yai, daerah ini merupakan distrik di Thailand yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Thailand. Objek wisata terkenal yang ada di sini antara lain Khao Yai National Park, Primo Piazza, Palio Village, Chocolate Factory, Sunflower field, dan kafe-kafe lucu dengan design design yang instagrammable yuhu.

Kali ini saya tidak membahas objek-objek wisata tersebut, tetapi hanya yang kemarin sempat saya kunjungi pada liburan singkat di Thailand ala kere hore. 


Yuk capcus. 

How to get there
1.    Langkah pertama, kalian harus bangun dari tidur cantik kalian. Pastikan kalian bangun dan siap2 lebih pagi dari biasanya, apalagi yang berniat just one day trip seperti kami kemarin. Kemarin, kami sudah bangun pagi, siap2 lebih pagi, tapi ada tragedi pencarian kunci hostel yang nyelip dulu saat mau keluar kamar. Yihuhu banget. Ditambah juga sulitnya mencari taksi yang akan membawa kami ke mochit bus station. 
2.    Langkah kedua, pergilah ke Mochit bus station atau yang lebih dikenal dengan Mochit 2. Kalian bisa pergi dengan BTS ke Mochit dan dilanjut naik bis. Entah bis nomor berapa kemarin sempet searching tapi karena kami tidak memakai alternatif itu jadi lupa *maaf. Berhubung kami berlima dan setelah dihitung2 harga naik BTS nyambung sama saja dengan naik taksi atau grab (lebih disarankan naik taksi meter saja, karena berdasarkan pengamatan harga, lebih murah pakai taksi meter dari pada naik grab. Oiya, taksinya nyetop di jalan aja, tapi pake meter atau argo ya).
3.    Langkah ketiga, belilah tiket bus jurusan Pak Chong. Tiket bisa dibeli di loket bis nomor (nah yang ini berdasarkan blog walking saya, ada yg bilang ke loket 68, ada jg yang bilang loket 48). Kemarin kami mengikuti ke loket 68. Tapi loketnya tutup dan loket 69 buka dan tertulis Pak chong juga di situ. Walhasil, belilah kami tiket di situ dengan harga 150 Baht per orang. 
4.    Langkah keempat, menujulah ke gate bis sesuai arahan penjual tiket. Kemarin kami si di gate (gate atau Line ya) 70. Masuk bis, dan menunggu sampai bis berjalan ke Pak Chong.
Oiya, kemarin kami menunggu lamaaaa banget buat bus jalan. Kami masuk bis jam 09.00. Dan bus baru jalan jam 10.45. What a banget. Sampe laper laper deh. Penjual tiketnya bilang perjalanan dua jam. Tetapi kenyataannya, perjalanan 3 jam lebih. Huowww. Lusuh deh kami. Kayaknya kami salah ambil bis deh. Kayaknya si, kayaknya ya, jadi bus yang lewat ke Pak Chong itu ada banyak penyedia gitu, nah yang kami beli itu bukan yang terbaik. Tapi yasudahlah kami sampai juga kok ke Pak Chong. Selama perjalanan, ada berhenti-berhentinya. Bisa buat pip*s atau nyari makanan. Kami si udah males. 
5.    Langkah kelima, setelah disampaikan di Pak Chong, bingung deh kami. Kemudian muncullah Ibu Noch yang baik hati banget mengarahkan kami bagaimana how to get to Primo Piazza impian kami.
Jadi seturunnya kami di Pak Chong (jadi dia bukan terminal, hanya semacam terminal bayangan di mana bis-bis kadang menurunkan penumpang di situ). Bilang aja si sama supir atau kernetnya kalau kalian mau ke Khao Yai. 
Oiya, kemarin kami blind banget turunnya di Pak Chong sebelah mana. Bilang ke kernet sama supir buat diturunkan di Pak Chong, pake Google Translate atau pake Bahasa Inggris, merekanya jawabnya pake bahasa Thailand. Kami geleng2 dan desperate. Tapi akhirnya diturunkan di tempat yang benar juga si. 

Lanjut ke Ibu Noch, jadi dari terminal Pak Chong, alternatif transport ke Khao Yai adalah dengan sewa motor seharga 300 baht/motor/24 jam atau dengan sewa mobil seharga 2500 Baht (kata blog). Kemudian Ibu Noch menawarkan kami untuk naik Songthaew dengan harga 1500 Baht untuk dua tempat tujuan. Dengan pertimbangan waktu saat itu sudah menginjak sore, dan kami berlima, sewa motor butuh 3 motor jadi 900 Baht ditambah bensin 100 Baht per motor. Jatuhnya sama saja harganya. Ditambah pula kami bakal butuh waktu buat baca maps. Iya kalau ketemu dan akurat. Finally kami ambil tawaran dari Ibu Noch. Jug ijag ijug, ternyata lumayan jauh lho menuju ke Primo Piazza. Kami bersyukur ambil tawaran Ibu Noch. Jadi bisa ngobrol-ngobrol cantik kan di dalem songthaew sambil lihatin jalanan Khao Yai yang alus dan gede beut. 
Ngomong ngomong Ibu Noch, beliau baik banget dan yang asoy bisa bahasa Inggris. Hamdalah. Jadi sesampainya di Pak Chong, kami nanya toilet, diarahkan di mana toilet, kami nanya tempat sholat, dijawab gak ada tempat sholat (emang gak ada si). Terus kami diberikan waktu buat belanja2 di sevel dulu sebelum meluncur ke Primo dan Palio. Seselesainya dari trip, kami juga dicarikan dan ditungguin sampai kami dapat bis ke Bangkok. Dan oh, kami dapat tiket bis ke Bangkok just 120 Baht. Yaiyuy, kami rugi 30 Baht deh. Dan setelah kami dapet bus dan mau naik bis, ibu Noch gak minta komisi atau bayaran apapun dong. Saya dan temen2 sempet pandang-pandangan. Beneran nih masih ada orang baik di tempat wisata apalagi di luar negeri begini? Beliau cuma minta dipromoin ke teman-teman yang mau ke Khao Yai. That's why saya bikin postingan ini. 

Setelah say goodbye dan thank you sama Ibu Noch, kembalilah kami ke Bangkok dengan bahagia namun lelah. Oiya ini nomor HP Ibu Noch bisa diminta via DM ya.

Dan, ini sekilas pandang objek-objek di Khao Yai yang kami datangi.

Primo Piazza
Tiket masuk: 200 Baht 
Isinya: komplek perumahan ala Eropa gitu deh. Sebelum ke Eropa beneran, bisa lah buat pemanasan di Primo Piazza ini. Cekrek cekrek yang banyak ya, udah bayar mahal sist. Feel fotografer kalian harus lebih jeli biar bisa menangkap ke-chic-an tiap sudut Primo Piazza. 
Di samping komplek ala Eropa, kalian bisa beri makan kambing (kambing? Iya, kambing sama kayak yang ada di kampung saya). Ada juga alpaca si. Yang seolah olah berada di Australia. Tapi pas kemarin ke sana, cuma ada sedikit alpacanya. Itu pun pada menjauh dan gak bisa kami kasih makan. 

Palio Village
Tiket masuk: free
Isinya: toko-toko yang jual barang apa saja dengan konsep pertokoan layaknya Eropa (duh, kenapa lagi lagi Eropa si). Harganya mahal mahal si. Enggak cocok buat traveler kere hore macam kami. Jadi di situ kami cuma lihat lihat sebentar dan pulang. 

Sekian catatan flashpacker kami ke Khao Yai. Kalau saya si suka sama daerahnya. Dingin, adem, banyak makanan di night marketnya (kelihatan pas kami jalan tapi kami gak brenti), dan penginepannya yang kami lihat pas perjalanan ke Primo konsepnya unik-unik. Next time kalau ke sana lagi mau nginep ahhh. InsyaaAllah 

Semoga membantu buat teman-teman yang mau ke sana ya.
Kap kun Kha, Kap kun Khrap

Penampakan Loket Bus ke Pak Chong 


 Udah pada bete menunggu bis jalan


Tiket bis ke Pak Chong


Songthaew  dan Bapak Supir Songthaew



Tiket masuk Primo Piazza seharga 200 Baht


Primo Piazza



Primo Piazza



Primo Piazza


Palio Village


Palio Village

Jumat, 13 Juni 2014

Bali, (still) The Dream Island

0 komentar

Alhamdulillah, akhirnya memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menginjakkan kaki di pulau mimpi, julukan yang saya berikan sendiri untuk pulau yang memiliki panjang 153 km dan lebar 112 km. Yak, pulau mimpi dikarenakan semua tempat (yang saya kunjungi) indah dan cantik (seperti saya) berasa dalam mimpi.Setelah sekian lama, sejak dari SMA, memendam hasrat untuk bisa pelesir ke pulau ini, finally, here I come Bali.
Sebelum berangkat ke Bali, tak banyak persiapan, tak sempat arrange mau ke tempat mana mana saja, gak sempet beli aksesoris-aksesoris penunjang untuk menambah ke-kece-an diri saat di Bali besok. Sehari sebelum berangkat, perut mules bayangin bali kayak apaya? Apakah seperti yang saya lihat di ftv2 apa kagak. Apakah seadem dan seramah seperti yang saya lihat di ftv.
Oke, tanggal 29 bulan April jam 15.00 WIB penerbangan ke Bali dengan menggunakan pesawat tiger air (promo) dilaksanakan. Dan Alhamdulillah jam 18.00 WITA pesawat landing dengan selamat di NgurahRai International Airport, walaupun pas mau take off sama pas landing pesawatnya bunyi gledeg gledeg.
Disana sudah siap teman-teman terbaik saya, mbak april dan cicil, yang menjemput saya dan hesty. Oiya, saya pergi berdua bersama hesty, my kost mate. Dan kosan mereka pun sudah dipersiapkan untuk menampung traveller gembel macam kami. Hehe
Malam setelah bebersih dan sholat, kami diajak makan malam di Ayam Betutu. Kami memilih menu ayam goreng betutu dan ayam bakar.Oke, ini adalah pertama kali saya mencicipi (berasa makan dikit doang) ayam betutu. Ayam goreng betutu yang saya pesan itu dibanderol dengan harga 29.000 per paketnya. Rata-rata harga untuk menu paket yang lain juga sekitar itu. Selain ayam betutu, terdapat juga menu pepes dan sate lilit. Akan tetapi, karena kami kemaleman, kami udah kehabisan. Oiya, untuk gambar saya tidak sempat memfotonya.Udah langsung saya masukkin kemulut dengan cantik itu ayam goreng betutu dan plecing kangkungnya.
30 April 2014
Setelah semaleman kami geje merencanakan mau kemana besok hari, akhirnya ditentukanlah destinasi tanpa estimasi waktu untuk hari itu. Kami mau ke pantai pandawa, pura uluwatu, pantai padang-padang, dan Garuda Wisnu Kencana. Perjalanan ke pantai pandawa dapat dibilang kurang lancar karena petunjuk jalan kami, sang google maps, mengarahkan jalan yang muter-muter, ditambah kekurangjeniusan saya menjadi boncengers sekaligus pembaca peta. Harusnya belok kanan malah belok kiri. Tapi, Alhamdulillah ya, dengan petunjuk-petunjuk di jalan kami berhasil menyampaikandiri di Pandawa beach.



What a beautiful beach. Langit, air laut, dan tanah yang borderless, menyatu. Warna langit birunya gak ada di Jakarta. Pasir putih nan halusnya beda sangat dengan pasir di Ancol. Kata temanku, di sini ada cano, tetapi pas kami kesana gak ada itu cano yang berseliweran di pantai. Sepertinya karena ombak yang lumayan besar waktu itu.
Oiya untuk bisa masuk ke pantai ini gretong bu, bayar parkir motor aja, Rp 2.000,-
Destinasi kedua adalah Pura Uluwatu. Masih agak dekat dengan pantai Pandawa, tapi gak deket banget juga si. Pas udah deket loket masuk, ada plang yang menunjukkan Pantai Uluwatu dan Pura Uluwatu. Kami memutuskan untuk ke pantai terlebih dahulu. Lumayan jauh si dari petunjuk yang tadi. Tapi, akkkkk, bagusss. Kalau kata teman-temanku itu namanya Pantai Blue Point. Ada café-café gitu di atas batu karang (yang besar) pinggir laut. Kami menikmati ombak dan birunya laut dari atas karang. Untuk masuknya, tinggal bayar parkir aja Rp 2.000 sama ibu-ibu Bali yang jaga pintu masuk dan parkiran sambil mereka bikin kerajinan tangan souvenir untuk dijual sama bule-bule.



Di Pura Uluwatu parkirnya Rp 2.000, terus untuk masuk ke kawasan Pura Rp 15.000, itu kayaknya buat sewa sarungnya. Terus, biasanya ditawarain pisang buat makan monyet Rp 20.000 (waktu itu saya gak beli karena takut entar monyetnya malah ngejar pisang, padahal karena menghemat juga. hihi). Dan, lagi-lagi saya disuguhkan langit biru dan laut biru yang eksotik. Memandangi laut dari atas bukit. Thanks God for this beautiful beach and sea.



Destinasi selanjutnya adalah Pantai Padang-Padang. Masih sejalan juga dengan pantai Pandawa tadi. Dengan bantuan google maps kami berhasil sampai dengan cantik. Kala itu kira-kira udah siangan, lebih dari jam 12. Si Padang-padang ini penuh dengan bule berjemur.Dari anak kecil sampai simbah-simbah. Pas kami datang, tak terlihat itu orang local macam kami. Kayaknya kami berdua udah kayak berada di tempat asing. Dan hanya kami berdua yang berpakaian tertutup rapat sementara semua bule di situ hanya memakai bikini. Hanya kami berdua yang mencari tempat teduh sementara para bule sibuk mencari sinar matahari. Pantainya lumayan bagus, masih lebih bagus dari Kuta, tapi masih lebih bagus Pandawa. Pantainya juga kecil kayak private beach. Buat bisa berjemur dengan bule-bule di Padang-padang, cukup bayar Rp 2.000 untuk parkir motor. Oiya untuk berjemurnya pun di Padang-padang takdisediakan dipan-dipan kayu itu, mereka baringan di atas pasir dengan alas kain Bali.




To be Continued: day 2,3, 4

Minggu, 05 Januari 2014

INI IBUKU, MANA IBUMU?

0 komentar
Perkenalkan, ibuku adalah wonder woman. Wanita kuat yang diciptakan oleh Allah dengan kekuatan yang melebihi saras 808. Dan ibuku adalah wanita yang lembut melebihi kelembutan ibu Peri. Bagaimana tidak, sebelum adzan shubuh berkumandang ibu sudah bangun untuk beberes rumah dan menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Nyuci piring, nyuci baju, nyapu, ngepel, dan nyiapin sarapan ibu lakukan sebelum kami anak-anaknya bangun. Saat kami anak-anaknya mulai berangkat sekolah,ibu pun berangkat ke sekolah tempat ibu mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Setelah pulang mengajar, ibu melanjutkan kembali pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Berbagai pekerjaan rumah tangga ibu sikat habis. Pokoknya ada saja yang ibu kerjakan. Aku sampai heran, sepertinya ibu itu gak ada capeknya. Kekuatan fisik ibuku juga terbukti dari beliau yang masih rajin ke sawah saat hari libur. Pekerjaan di sawah, yang pernah aku ikutan membantu dan badan langsung pegal-pegal selama seminggu, sering ibu lakukan saat beliau libur mengajar.

Selain kuat fisik, ibuku juga seorang wanita dengan hati yang sangat kuat. Beliau sangat sabar menghadapi aku dan kedua adikku yang manjanya minta ampun. Ibu jarang memarahiku kecuali aku melakukan kesalahan yang keterlaluan. Beliau juga jarang menyuruh-nyuruh aku dan adik-adikku melakukan pekerjaan rumah tangga. Dia menunggu kesadaran kami saja. Ibuku juga sangat sabar memiliki ayahku yang memiliki banyak sekali kekurangan. Ibu selalu setia mendampingi ayahku saat ayah sedang mencapai puncak kejayaan maupun saat ayah sedang dalam kondisi yang sangat terpuruk. Ibuku orangnya sangat sangat sangat sabar, beliau menunggu diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil selama 17 tahun. It means ibu menjadi guru honorer dengan honor yang tidak sampai 500 ribu selama 17 tahun. Di saat tenaga honorer yang lain sudah berpindah profesi, ibuku tetap sabar menjadi guru honorer sampai akhirnya beliau diangkat, Alhamdulillah.

Alhamdulillah, aku mempunyai seorang ibu yang memiliki pengetahuan agama yang memadai. Ibu adalah tempat aku bertanya tentang larangan dan perintah agama yang aku belum paham. Ibu juga teman aku diskusi tentang pengetahuan agama yang baru aku ketahui. Benarkah hal itu memang begitu dan hal ini memang begini. Ibu (dan Ayah) adalah orang tua yang memiliki kesadaran bahwa ilmu agamanya belum semumpuni ustadz dan ustadzah, sehingga ibu dan bapak memasukkan aku ke madrasah untuk belajar membaca Alquran dengan baik dan benar. Mereka selalu mendorong, mendukung, dan membantu aku sampai aku berhasil mengkhatamkan ngaji aku. Selain mengajarkan mengaji, ibu juga alarm bagi aku dan adik-adikku jika kami sudah mulai jauh dari agama. Beruntungnya aku diciptakan menjadi anak dari keluarga yang memiliki lingkungan hidup yang berpegang pada agama.

Ibuku juga merupakan ibu yang selalu mengajarkan kesederhanaan dalam hidup. Beliau selalu mencontohkan hidup yang bersahaja. Ibu mengajarkan untuk tidak menghabiskan uang yang didapat dalam sekali tebas. Masih ada hari esok yang kita belum tahu bagaimana kondisi dan keadaannya sehingga kita harus menabung. Terima kasih ibu atas semua pelajaran yang telah dan terus engkau berikan kepada kami anak-anakmu.

Ibuku juga bukan ibu yang egois. Ibu selalu mendahulukan anak-anaknya daripada kepentingan dia sendiri. Sebagai contoh, saat makan, beliau pasti lebih mendahulukan kami untuk makan terlebih dahulu makanan dan lauk yang ada kemudian ibu makan sisanya. Contoh lain adalah saat lebaran, baju dan sandal baru yang terpenting adalah buat anak-anaknya terlebih dahulu, untuk beliau tidak baru juga tidak apa yang penting anak-anak senang. Saat ibu ada acara makan-makan di sekolahnya, beliau juga selalu mengingat kami dan membawakan kami pulang makanan itu. Aku pikir semua ibu memang akan selalu mengingat anaknya bagaimanapun keadaan mereka, dan sampai kapanpun.

bersama ibu saat idul fitri bulan agustus 2013 kemarin


Selamat hari Ibu Ibu! Semoga ibu selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, kelancaran rezeki, dan ibu selalu dalam lindungan Allah swt. Aamiin!


Selamat hari ibu juga untuk seluruh ibu di seluruh Indonesia! Kalian wanita hebat. Tetaplah hebat karena dunia membutuhkan kalian.



Semoga bisa menjadi inspirasi bagi saya, pengunjung blog saya, dan pembaca perempuan.com, penyuka page perempuan.com serta follower perempuan.com.

Cinta Ibu Tiada Batas

0 komentar
Ibu, sebuah kata yang apabila diucapkan dan didengar akan langsung mengirimkan ingatanku pada seorang manusia yang mampu membuat mata ini menitikkan air mata. Air mata kesedihan karena tidak bisa mendampingi beliau (dan Bapak) melewati pertambahan usianya. Kesedihan karena tidak bisa mendapat pelukan ibu saat penat dan kesedihan melanda. Kesedihan karena tidak bisa memakan masakan ibu setiap kali lapar menyerang. Kesedihan karena tidak bisa tidur seranjang dengan ibu setiap hari. Namun, air mata itu juga air mata kebahagiaan karena saya berhasil sampai di sini karena didikan, dukungan, dan doa dari ibu.

Bagi saya, dan saya yakin untuk semua pembaca juga, ibu adalah orang pertama yang kita cari saat kita sakit. Ibu adalah orang yang kita panggil-panggil saat raga sedang dilanda kesakitan. Ibu juga orang pertama yang kita beri kabar saat kebahagiaan dan keberuntungan sedang menjumpai kita. Walaupun beliau tidak selalu memberikan solusi atas masalah yang selalu kita tumpahkan, tetapi suara ibu dari gagang handphone itu mampu meredakan kemarahanku, mampu membuat saya bangkit dan semangat lagi. Begitu pun jika saya memiliki kesempatan untuk pulang kampung dan melihat raut mukanya yang semakin menua serta mendengar suaranya yang tidak selantang dulu, semangatku terisi kembali dan berjanji untuk menjadi lebih baik dari saya yang sebelumnya.

Ibu, wanita ayu yang dengan kesabaran dan kelembutannya mendidik dan menyayangi kita. Mulai dari kita dalam kandungan, kita bayi, balita, anak-anak, remaja, bahkan sampai kita dewasa.

Ibu, seorang wanita yang tidak pernah hentinya kita repoti. Mulai dari kita masih berada dalam perut beliau sampai sekarang kita beranjak dewasa.

Kita membuat dia susah tidur dengan perutnya yang membuncit. Kita membuat dia berat jalannya karena harus membawa turut serta kita kemanapun dia pergi dan beraktivitas. Kita membuat ibu tidak bisa makan sembarang makanan untuk membuat kita sehat dan normal saat dilahirkan ke dunia. Kesusahan itu belum seberapa dibandingkan dengan perjuangan ibu saat melahirkan kita. Mulai dari kontraksi yang sakitnya berlipat lipat dibandingkan sakit perut kita saat menstruasi. Bagaimana susahnya beliau mengatur nafas dan mengejan untuk bisa mengeluarkan kita dengan selamat. Ditambah pula dengan risiko kekurangan darah karena darah yang beliau keluarkan saat persalinan bayi kita. Allahuakbar, hebatnya seorang ibu. Sujud kami padamu ibu.

Kerepotan berikutnya yang kita buat adalah kerepotan menjaga balita kita yang tidak pernah mau diam dan selalu mengobrak-abrik isi rumah. Kita yang masih anak-anak dan masa sekolah juga merupakan masa kenakalan kita yang membuat ibu repot setengah mati. Masa remaja kita merupakan masa krusial dimana kita mempunyai teman-teman baru yang berbeda latar belakang. Dan di situlah seorang ibu kembali diuji untuk bisa mengontrol kita anak-anaknya agar tidak salah bergaul dan tidak mengalami kesalahan perkembangan. Saat dewasa pun, saat dimana (menurut saya) masalah yang dialami seseorang semakin banyak dan kompleks, kita masih sering merepotkan ibu. Kita pasti akan mengeluhkan semua masalah yang kita alami kepada beliau, meminta beliau untuk turut serta memecahkan masalah yang sedang kita alami.

Ya, sampai kapanpun ibu akan selalu kita repotkan. Dan sampai kapanpun juga, ibu akan dengan ikhlas dan senang hati direpotkan oleh kita. Betapa kasih ibu sepanjang masa.

Ibu, dari mulut beliaulah doa-doa tentang kita selalu dilantunkan, tanpa kita minta. Doa agar kita menjadi hamba yang berbakti pada Tuhannya, doa agar kita menjadi anak yang sukses dan tidak melupakan orang tuanya, doa agar anaknya yang suka mengeluh ini selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, serta doa-doa lainnya yang kita tidak bisa mengetahuinya. Doa yang ikhlas dari seorang ibu mampu menggetarkan langit, begitulah kata ustadzah. Maka dari itu, mintalah didoakan oleh ibu kita teman-teman. Dan berbuat baiklah serta muliakanlah selalu Ibu kita.


 kebersamaan dengan ibu saat idul fitri dua tahun yang lalu

                                   bangganya saat bisa berfoto bersama ibu saat wisuda

Ibu, saya tidak bisa membalas semua kebaikanmu Bu, biarlah Allah yang membalasmu dengan jannah-Nya. Dan hanya doa yang selalu bisa aku persembahkan untukmu Bu, doa agar engkau senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan dunia dan akhirat kelak. Teman, sudahkah kita selalu mendoakan ibu kita di setiap sholat dan ibadah kita seperti ibu kita yang selalu mendoakan kita?


Terima kasih ibu atas kesabaranmu menghadapi anakmu yang suka mengeluh ini. Terima kasih ibu atas kasih sayangmu yang telah engkau curahkan kepada anakmu yang suka nakal ini. Kasih sayang ibu yang tiada batas, semenjak saya masih berada dalam perut ibu sampai sekarang saya berumur 23 tahun.
Bersyukurlah kita yang masih mempunyai ibu yang masih hidup, ibu yang masih dapat kita mintai doa, ibu yang bisa kita cium tangan dan pipinya sebelum berangkat sekolah atau kerja, ibu yang selalu memberikan pelukan hangat.

Semoga kelak saya bisa menjadi ibu sepertimu Bu, ibu yang ayu, tangguh, sabar, kuat, sayang keluarga, dan disayangi keluarga.

Aku sayang padamu Bu. Dan aku ingin membuatmu selalu bahagia.


Dan saya pun mengakhiri tulisan ini dengan tetesan air mata (lagi).


Semoga bisa menjadi inspirasi bagi saya, pengunjung blog saya, pembaca perempuan.com, facebook-er penyuka page perempuan.com serta follower perempuan.com.

Kamis, 18 Juli 2013

Karena Ramadhan hanya satu bulan

0 komentar
Alhamdulillah, Ramadhan yang dinanti selama 11 bulan silam datang juga. Ramadhan datang dengan membawa keberkahan yang banyaknya tak bisa kita hitung. Keberkahan yang bisa diraih oleh siapa saja yang menginginkan dan pasti berusaha untuk mendapatkannya.



Alhamdulillah, Alhamdulillah. Walaupun ramadhan tahun ini seperti biasanya, berbeda-beda hari dimulainya, tapi yang jelas ramadhan ini membawa kedamaian yang insya Allah lebih besar dari tahun sebelum-sebelumnya.

H-1 ramadhan, yang saya kira sudah masuk ramadhan, saya yang seorang anak kos di daerah ibu kota belum merasakan feel dari ramadhan. Sampai stress sendiri, takut kalau saya tidak bisa fokus untuk meraih keberkahan yang tersedia luas di bulan ini. Tetapi, Alhamdulillah, saat pemerintah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada malam rabu, feel itu tetiba hadir dan membuat semangat kembali membara.

Banyak sekali ibadah dan amalan yang dapat dilakukan di ramadhan berkah ini. Mulai dari sebelum terbitnya fajar sampai tenggelamnya kembali bulan, mulai dari kita membuka mata sampai kita kembali memejamkan mata. Subhanallah, merinding juga saya nulis ini. Ramadhan yang sangat disayangkan hanya berdurasi 1 bulan, belum untuk seorang muslimah yang 1 bulan itu terpotong oleh “tamu bulanan”.


Berikut ini adalah beberapa amalan yang dapat kita lakukan di bulan ramadhan berkah ini, yang beberapa menjadi target saya di bulan ramadhan ini. Tulisan ini tidak murni hasil pemikiran saya sendiri, melainkan tambahan dari beberapa sumber.

                         1. Berpuasa
Nah, kalau yang ini ibadah yang wajib dan kudu dilaksanakan di bulan ramadhan ini. Puasa merupakan kewajiban bagi orang-orang yang beriman agar mereka bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 183. Ibadah ini juga merupakan ciri khas-nya dari ramadhan. Jadi, bagi anda dan saya yang mengaku hamba yang beriman, jangan sampailah kita meninggalkan ibadah wajib yang satu ini kecuali ada alasan yang benar-benar membuat kita tidak bisa berpuasa.

                      2. Perbanyak baca Al-qur’an
Bulan ramadhan ini merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an. Jadi, Al-Qur’an menjadi lebih mulia di bulan ini. Tadarus atau membaca Qur’an ini merupakan ibadah yang sangat gampang dilakukan, dapat dilakukan di waktu senggang kita. Saat waktu menunggu shubuh, menunggu buka, istirahat jam kantor, atau saat di dalam kendaraan saat macet, dari pada bergosip ria coba. Dengan cara seperti itu, dalam satu bulan ramadhan ini paling tidak satu kali khatam pasti bisa tercapai.

                          3. Tarawih
Nah, ini dia sholat sunnah yang istimewa. Istimewa karena hanya ada di bulan yang penuh rahmat dan barakah ramadhan ini. Dan sangat sangat menyesal dan disayangkan jika kita tidak bisa melaksanakan tarawih selama sebulan penuh ini. Bersyukur sekali saya punya emak yang telah mengajari saya sejak kecil untuk tetap tarawih berjamaah (di musholla atau masjid) walaupun hujan badai menghadang. Dan entah kenapa tahun ini saya sangat bersemangat dengan sholat sunnah muakkad yang satu ini. Semoga bisa tetap istikomah.

                              4. Tahajud
Sholat malam yang dilakukan mulai sepertiga malam ini sepertinya akan lebih mudah dilakukan pada bulan ramadhan ini. Ini dikarenakan sholat ini bisa dilakukan sebelum sahur atau sebelum memasak sahur bagi anda yang memasak. Tahajud ini juga bisa dilakukan untuk lebih membuka mata sebelum melaksanakan sahur, sehingga pas sahur mata kita udah melek dan dijamin makan sahur pun lebih berselera. Hoh, nikmatnya ramadhan.

                           5. Dhuha, rawatib
Kalau sholat sunnah yang dua ini mungkin sudah sering dilakukan oleh sodara-sodara semuanya di luar bulan ramadha, karena ibadah sunnah ini lumayan tidak begitu berat dilakukan karena dapat dilakukan di antara aktivitas-aktivitas siang kita. Di bulan biasa saja ibadah memiliki nilai istimewa apalagi di bulan ramadhan? So, ayo tetap sempatkan diri untuk melakukan dua sholat sunnah ini.

                             6. Sodaqoh
Sama dengan amalan lainnya, sodaqoh dan infak di bulan biasa saja sangat mulia, apalagi di bulan ramadhan. Sodaqoh ini dapat juga dengan membei buka untuk mereka yang sedang berbuka, karena pahalanya sama saja dengan pahalanya orang yang berpuasa.

   7. Pekerjaan dan kegiatan lainnya yang kita niatkan untuk ibadah
Dan banyak sekali amalan dan kegiatan yang dapat menjadi berkah di bulan yang penuh rahmat ini. Sebagai contoh misalnya rutinitas kerja kita yang kita lakukan dengan ikhlas dan niat ibadah, menjadi ibu rumah tangga yang melayani keluarganya (untuk anda yang sudah ibu-ibu), menyenangkan teman, salam, sapa, ramah, menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan, mengikuti kajian keislaman, mencari ilmu dan belajar apapun, dan banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan dan definisikan satu per satu.


"Maka, beribadahlah semaksimal mungkin di bulan ramadhan tahun ini, karena kita belum tentu memiliki kesempatan untuk merasakan kembali berkah di bulan ramadhan tahun depan."

Selamat menjalankan ibadah di bulan ramadhan ini. Semoga amalan dan ibadah kita diterima dan membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Aamiin! 


Senin, 01 Juli 2013

Kalap di PRJ Kemayoran

0 komentar

Hari ini adalah minggu kedua terakhir dilangsungkannya Pekan Raya Jakarta (PRJ). Dan saya, sebagai penghuni Jakarta, gak mau ketinggalan untuk berburu barang-barang diskonan di pasar terbesar di Jakarta yang adanya hanya setahun sekali. Pasar yang menjual dan memamerkan barang-barang lengkap, mulai dari fashion, elektronik, furniture, produk UKM, gadget, sampai makanan.
Sebenarnya agenda ke PRJ ini iseng-iseng berhadiah saja buat kami (saya dan dian). Dari pada hari minggu gak ada acara. Itung-itung refreshing sekaligus belanja barang murah (kalau nemu). Ini adalah kali kedua kunjungan saya ke PRJ sebelum tahun lalu pernah juga muter-muter PRJ sambil nonton Andra and the Backbone di panggung utama. Dan ternyata, tahun ini saya ketagihan pingin kesana lagi.
Kami ke Kemayoran (titik asal adalah Jalan Gading Raya, Rawamangun, Jakarta Timur) menggunakan angkutan umum. Dari titik asal Gading Raya, kami  naik angkot 02 arah pulogadung (tapi gak nyampe pulogadungnya, hanya sampai depan tip top), lanjut metromini 03 arah senen dan turun di cempaka putih. Cempaka Putih ini di sebelah mananya kami saja gambling, hanya berbekal dari hasil googling, yang penting sampai ketemu mikrolet 53. Angkot terakhir adalah mikrolet 53 ini. Angkot ini bisa membawa kami dari Cempaka Putih langsung mendekati arena PRJ. Eh, jalan dikit ding menuju pintu masuknya, tapi lumayan jauh kalau dari loket pembelian tiket masuk.
Tiket masuk tahun ini untuk weekend yang harus kami bayar sebesar Rp 30.000,-. Harga yang cukup mahal, kalau kita gak beli apa-apa. Tapi akan menjadi harga yang murah kalau kita membeli barang atau memuaskan dahaga kita untuk mengetahui spesifikasi barang-barang yang kita tuju. Atau untuk survey harga-harga untuk memulai usaha. Untuk kami yang hanya sekadar refreshing, harga ini lumayan mahal. Jadi, kami pun tidak ingin menyia-nyiakannya. Harus belanja yang banyak. Dan belanja yang banyak itu butuh waktu yang lama. Walhasil, kami berhasil bertahan di arena PRJ selama 12 jam untuk melihat setiap stand yang kami temui.
Hall pertama yang kami kunjungi adalah hall C yang berisi stand buku, power bank, flashdisk, aksesoris komputer macam cooling fan dan headset, tas sparks dan tas lain, dan penjual mainan. Karena kami kurang tertarik dengan pameran itu dan tujuan kami dari rumah adalah matahari department store yang sudah kami tahu akan memberi banyak diskon, kamipun langsung ngacir ke matahari department store yang adanya di gedung pusat niaga lantai 4. Dan benar saja, sudah banyak emak-emak dan remaja putri yang sibuk mengobrak-abrik barang-barang disana.
Setelah dari matahari, kami hanya melanjutkan petualangan berbelanja kami di gambir expo. Di situ ada outlet rodeo, polo, cardinal, zoya, the body soap, crocs, dan lainnya. Di outlet outlet gambir expo ini juga banyak sekali diskon dan promonya. Ada yang buy one get one free, ada yang harga mulai dari 5000, ada yang dapat setengah harga. Ada yang diskon up to 80%.
Ya, saya hanya bisa sedikit menceritakan tentang outlet dan stand fashion, karena tahun ini saya hanya berminat untuk melihat-lihat itu. :) Semoga bisa menjadi referensi ya.
Dan untuk kalian yang berdomisili atau sedang berkunjung atau akan berkunjung ke Jakarta, mumpung masih seminggu lagi, silakan mampir ke PRJ. Di minggu terakhir pasti diskonannya lebih banyak dan lebih besar lagi.. Siapkan kaki dan uang yang cukup, dan jangan lupa berdo’a 
"Ya Allah, lindungilah kami dari bahaya kalap mata"

Jumat, 19 April 2013

Keluarga baru, Keluarga Kelas C

0 komentar

Yak, prajabatan ini memberikanku satu tambahan keluarga baru, keluarga kelas C. Keluarga yang sangat indah, sangat unik, berbeda dengan keluarga-keluarga yang kutemui sebelumnya. Beraneka rupa manusia beradu satu dalam keluarga kelas C. Keluarga yang sangat menyenangkan dan menyamankan. Keluarga yang membuatku mengubah pola pikirku tentang prajab, yang tadinya  “neraka” menjadi surga (entah surga lapisan berapa J).
Kelas C ini dipimpin oleh seorang makhluk yang sangat aneh, sebut saja dia mas Alam. Seorang pegawai dari instansi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang tadinya terlihat sangat berwibawa dan gagah, namun citranya langsung menurun setelah keluarga kami bermain truth or der. Permainannya apa? Itu privasi keluarga kami.
Kepemimpinannya yang demokratis dan bebas membuat keluarga kami jauh dari suasana tegang. Gak ada yang namanya hukum-hukuman, yang ada hanya suasana yang nyantai, tapi serius. Pak Ketu gak pernah nyuruh-nyuruh atau maksa-maksa anak buahnya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Dia menganggap kami adalah manusia-manusia dewasa yang sudah tau aturan. Wow banget gak si? Hahahaha.
Di keluarga kelas C juga tidak ada peng-kotak-kotakan dalam ber-gahol, tidak seperti komunitas-komunitas sebelumnya yang aku terlibat di dalamnya. Semua membaur menjadi satu, gak ada pembeda bedaan. Tidak peduli dari instansi mana pun, tidak peduli dari daerah manapun, tidak peduli agama apa pun. Indah, sangat indah.
Antara satu orang dengan semua orang lainnya yang ada di kelas juga semuanya saling kenal. Hal ini karena tiap pelajaran, kami selalu dijadikan kelompok, dan kelompoknya selalu berbeda orang-orangnya.
Keluarga ini pulalah yang membuat aku gak jadi bete saat pengulangan tanggal lahirku. Jujur, aku gak suka tanggal lahirku diketahui oleh banyak orang, semua ini gara-gara ada NIP. Karena NIP, semua orang se-diklat jadi bisa tau tanggal lahirku. Dinyanyiin selamat ulang tahun oleh anak-anak Becewati dan keluarga  kelas C. Aku gak suka di-heboh-in sama orang banyak, karena aku gak pantas untuk itu. Dan aku Bete di pagi itu.
Namun, ke-Bete-an itu berubah menjadi haru dan bahagia saat keluarga kelas C memberiku sebuah kue ulang tahun. It’s surprised. Gak nyangka mereka bakal memberiku kue ulang tahun itu. Orang tuaku saja belum pernah membelikannya. Gak peduli ukurannya, gak peduli rasa dan mereknya, yang aku peduliin adalah bahwa mereka peduli kepadaku. Terima kasih keluargaku. Terima kasih Hesty, Bebe, Nurul, Bang Erwandi, Luthfi, dan teman-teman yang udah merencanakan itu. Oya, saat itu pertama kalinya pula saya diberi bunga, walaupun bunganya KW Plastik. Terima Kasih Luthfi udah mau dikorbanin sama anak-anak. Hahahaha.
Dan saat terberat adalah berpisah dengan keluarga kami karena prajab sudah usai. Namun, sebelum kami berpisah (dari prajab dan untuk sementara), kami sempat bermain truth order dan saling memberikan testimoni dari semua teman sekelas. Itu akan menjadi kenangan dan akan membuat kami tertawa tawa sendiri besok hari saat kami membacanya kembali.
Terima kasih teman-teman Prajab, teman-teman DJKN, DJPB, Setjen, Itjen, DJP yang kami gak nyangka bakal baik-baik banget sama becewati-becewati macam kami.
Dan sekarang setelah penempatan daerah diumumkan, kita harus bener-bener misah kota, bahkan pulau. Tapi hati-hati kita akan tetap berpaut kan? Jaga Keindahan Indonesia ya! saya akan merindukan kalian. :)
ibu bebelinda sedang memberikan kesan pesan

usai mengisi testimoni

kue sederhana. terima kasih!

terima kasih lagi!

terima kasih juga!











paling suka sama foto ini.

latar belakangnya so good

ini hasil jepretan orang yang masih belajar kamera dslr


berasa foto di studio
 
Copyright © celoteh bocah ndeso