Rabu, 20 Maret 2013

Coretan Kenangan Prajabatan Golongan II Angkatan 1

3 komentar

Alhamdulillah, prajab yang kami (STAN 2011) tunggu-tunggu datang juga. Setelah 1 tahun lamanya kami di”cuekin”, akhirnya kami dipanggil juga. Ayeeee

Preparation
Untuk persiapan prajab ini, gak terlalu rempong kayak persiapan samapta dulu yang macam beli minyak tawon, counterpain, tolak angin, dan obat-obat sejenisnya. Keperluan yang perlu dibawa sebatas baju (item-putih, batik, baju olah raga), sepatu, alat ibadah, alat mandi, dan pastinya syarat administrasi buat registrasi. Okeh, semua sudah siap, saya sudah cantik (dari dulu), ready to go!!!

Perjalanan ke Wisma Duta Wiyata
Wisma Duta Wiyata berlokasi di Jalan Pertanian Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Yak, di tempat itulah untuk tiga minggu ke depan kami akan dibina dan ditempa. Dari alamatnya si sepertinya di tengah kota ya, Jakarta. Tetapi tetapi tetapi, WDM ini tempatnya nylempit nylempit ternyata. Tidak ada angkot yang lewat depan wisma. Jalan keluar gang dikit juga masih belum ada angkot. Tetapi tenang saja, masih banyak kok mobil pribadi yang lewat.
Lanjottt, sesampainya disana, kami menuju resepsionis untuk check in dan melihat pembagian kelas. Taraaaa, aku sekamar berdua sama cewek yang hyperaktif dan ekspresif, satu direktorat juga di kantor, dialah loli popi aka Lolitong. Dan Taraaaa juga, aku dapet kelas C, kelas yang sama seperti kelas waktu samapta, dan dengan anak-anak yang sama kayak waktu samapta. Barengan Hesty, Qori, sama Melitong.

Hari-hari terasa indah di prajab
Hari pertama pasti dibuka dengan acara pembukaan. Motivasi-motivasi dan ucapan selamat datang disampaikan oleh ibu yang cantik itu. Komitmen untuk dihukum satu angkatan jika salah satu orang melakukan kesalahan juga kami ikrarkan. Setelah pembukaan, jadwal kami adalah leyeh-leyeh, sebelum dilanjutkan pelajaran untuk yang pertama kalinya. Pelajaran pertama untuk kelasku, dan kelas-kelas lainnya adalah dinamika kelompok. Seperti namanya, pelajaran ini dimaksudkan agar kelas C, yang belum kenal satu sama lain, menjadi kenal (gak hanya kenal nama) dan memudahkan dinamika kami dalam menempuh hari-hari kami 3 minggu ke depan. Pelajaran pertama ini sangat menyenangkan. Why??? Karena gak ada ujiannya dan isinya main-main doang. Bermacam-macam game dimainkan sampai suasana cair dan kami pun langsung akrab di hari pertama. Padahal, malemnya saat pembagian modul dan pemilihan ketua kelas, kami cuek-cuek-an gitu. :D.
Hari-hari selanjutnya dimulai dengan senam pagi jam 5.15. Bangun pagi sebelum shubuh adalah keharusan. Rasanya memang sangat capek, setelah seharian mengikuti pelajaran sampai malemnya juga apel sampek malem itu badan pegel dan mata mintanya ngelanjutin buat merem. Tapi, dengan niat,  semangat, dan positive mindset, kami bisa kok tetep senam pagi atau lari pagi, sambil nyanyi-nyanyi “Lari lari…tiap pagi…badan sehat…urat kaki…”.
Tentang pelajaran-pelajaran di prajab, itu pelajaran yang benar-benar baru bagi kami, kecuali keuangan Negara yang pernah kami dapatkan saat kuliah di STAN dulu. Pelajaran-pelajaran prajab kebanyakan ya pengetahuan untuk bekal kami menjadi seorang PNS, macam etika PNS, manajemen kepegawaian, mindset PNS, dan kawan-kawannya. Metode pembelajaran di prajab juga mengasyikkan. Hampir semua pelajaran adalah diskusi kelompok. Tiap pelajaran kelompoknya beda. Jadi bisa kenal dan tau sifat semua teman di kelas. Metode presentasinya pun gak sekadar njelasin slide, tetapi bisa lewat drama. Dan sering banget di kelas kami dramanya. Dalam waktu maksimalnya 30 menit kami merancang drama (tentang pelajaran tentunya) untuk kemudian ditampilkan di depan teman-teman sekelas. Hasilnya pun gak kalah sama ftv ftv. Anak anak kelas C pada jago acting cuy. Dan metode belajar inilah yang membuat saya jadi gak ngantuk dan gak jadi bosen saat prajab. “Prajab itu sangat menyenangkan, kecuali buat yang sudah berkeluarga. Tapi Prajab cukup satu kali dalam hidup kita.”

Ujian
Andai saja prajab ini gak ada ujiannya, pasti kesenangan itu akan menjadi mutlak. Hehe. Tapi jika gak ada ujian, dijamin gak ada yang bakal dengan serius mengikuti pelajaran. Ya, paling tidak dengan adanya ujian, kami lebih serius saat mengikuti pelajaran sehingga kami dapet ilmu dan pengetahuannya.
Hari minggu saat minggu kedua kami di asrama, kami udah mulai tegang. Suasana minggu pertama dan awal minggu kedua, yang kami bisa heha hehe, ongkang ongkang baca-baca majalah di kala senggang praktis hilang. Mulai mendekati minggu ketiga, tiap malem usai apel malam sebisa mungkin kami baca modul, walaupun 1 bab saja seringnya gak dapet. Tak apa,namanya juga usaha J.
Malam ujian adalah malam yang sangat tegang. Otak tegang, hati tegang, mata juga tak kalah tegang. Bayangpun, 6 buku harus habis dalam satu hari, sampai otakku “kemebul” setiap selesai ngerjain soal.
Ujian hari pertama entah kenapa saya sangat nyantai. Saya masih bisa memejamkan mata kala ngantuk mulai mendera. Walhasil, hari pertama ada 1 modul yang belum sempat saya ulangi. Dan rasanya, nyesel dan nyesek.
Penyesalan ini membuat saya me-“melek”-an mata pada malam kedua ujian. Pokoknya ngantuk dikit langsung gerak dan makan. Dan, alhamdulillh, saya merasa lebih baik.
“Manusia hanya bisa ikhtiar, sisanya serahkan kepada Allah”.

Penutupan
Ujian usai berarti prajab pun usai. Antara senang dan sedih. Senang karena ujiannya udah selesai. Sedih karena gak dapet makan gratis lagi #eh. Tapi karena gak makan gratis lagi bener juga si. Gak bisa lagi tidur di kamar tidur nan luas dan sejuk juga salah satu yang membuat sedih. Tetapi, yang paling sedih adalah pisah sama kalian, anak-anak kelas C khususnya dan anak-anak Prajab II Periode 1 pada umumnya. Gak bisa lagi makan bareng sama kalian, gak bisa olah raga bareng, gak bisa belajar bareng kalian lagi di kelas, gak bisa heha hehe bareng lagi, gak bisa apel malem dan nyanyi2 bareng lagi, gak bisa naik odong-odong bareng lagi, gak bisa coffee break malam sambil bercengkerama sambil dikentutin lagi sama Bob, dan gak bisa lagi merasakan kasih sayang dari kalian (eaaaa, apalagi).
Acara penutupan yang singkat tapi berkesan pun dihelat setelah ujian hari kedua selesai. Doa, harapan, dan ucapan selamat dilontarkan. Terharu, sangat terharu. 19 hari yang tadinya saya kira akan menjadi neraka terasa berlalu dengan sangat singkat. It means saya sangat menikmati penggemblengan selama 19 hari ini. 

suatu saat di ruang makan



suasana belajar di kelas

sambil ngantri ngambil makan, sambil poto

snsd versi kelas C

botol-botol testimoni

anteng banget nulis testinya

botol testimoni yang sudah berisi



kami bersama botol kami (1)

kami bersama botol kami (2)

makaaaannn!!

habis istirahat

habis istirahat

ups, ada yang lagi dirayu :)

setelah pelajaran berlangsung

dua anak yang kurang bahagia di masa kecilnya

perjuangan menaklukkan ujian (1)

batik yang (tidak sengaja) sama. fiiuhhh

hey, ini seragam prajab angakatan 1

saat-saat akhir prajab (jadi hobi foto)

setelah coffee break malam

9C (sepertinya ada yang belum mandi)

bahkan tidur pun harus tetap memegang buku

kamar tidur di wisma duta wiyata yang nyaman :)

6 modul yang harus dihabiskan dalam 1 malam


porsi makan yang ajibbb

name tag kenangan c-28

Selasa, 26 Februari 2013

Prajab H-2

0 komentar

Hari kedua prajab dimulai dengan senam pagi. Senam kali ini berbeda dengan senam jaman samapta. Senam jaman samapta adalah senam dengan membawa senjata ssbc dan dimulai pukul 4 sebelum shubuh. Sedangkan senam prajab adalah senam tanpa senjata dan dimulai jam 5.15 setelah shubuh. Pikiranku "ah,santai, kecil". Tetapi ternyata sodara sodara, kaki saya keram dan masih pegel banget sampai sekarang (jam 22.19).

Setelah bebersih pasca berkeringat, makanlah kami di ruang makan dengan desain yang unik (gak penting juga tempat makannya). Dilanjutkan dengan pelajaran "etika organisasi pemerintah". Hoammm, pelajaran yang cukup membosankan. Materinya si cukup asyik, karena membahas pns yang bukan lain adalah diri kami sendiri. Akan tetapi, penyajian yang kurang menarik kali ya yang buat jadi membosankan. Atau karena saya yang kurang motivasi. Entahlah.

Lebih parah lagi, pelajaran kedua di hari ini aku salah bawa modul. Dan, hal ini membuat saya yang tadinya terkantuk-kantuk jadi melek karena takut ketahuan dosen dan dimarahi.

Dan entah kenapa baru hari kedua diklat, hari kedua sodara sodara, saya sudah sangat jenuh dan bosan. Ingin segera mengakhiri diklat ini dengan kelulusan dan nilai yang bagus. Ingin segera pulang, ketemu mamah, memeluk mamah, dan gigit gigit tangan mamah.

Selasa, 15 Januari 2013

Review buku "Melukis Pelangi" Oki Setiana Dewi

0 komentar
Melukis pelangi, buku pertama mbak oki setiana dewi, pemeran anna althafunnisa dalam film dan serial ketika cinta bertasbih. Buku yang merupakan buku best seller juga. Gak salah jika saya langsung berjingkat saat lihat di twitter bahwa freebook hari itu buku melukis pelangi ini. "saya harus dapet itu buku". Dan setelah 1 jam saya ngantri, alhamdulillah i got it. Yayyy!!!! Eh, kok jadi ngomongin proses mendapatkan buku ini.

Melukis pelangi, rupanya judul ini tidak asal dicomot oleh mbak oki. Melukis pelangi ini bermakna perjuangan sang oki setiana yang keras membuahkan hasil yang indah. Seperti pelangi yang indah, muncul setelah hujan yang menurut sebagian besar orang mengerikan.

Secara garis besar, buku bertebal 384 halaman ini menceritakan tentang kisah perjalanan hidup oki. Kisah hidupnya mulai dari dia kecil sampai dia dewasa sekarang. Kisah hidupnya dengan keluarganya yang sangat harmonis. Baca yang bagian ini membuatku yang anak kos jadi teringat pada orang tuadan adik-adikku. Buku ini juga menceritakan tentang asal mula dari jilbab yang dikenakannya. Dalam buku ini dia juga menceritakan perjalanan karirnya selama masih di Batam dan belum berjilbab serta perjalanan karirnya setelah dia memutuskan untuk berhijab. W.O.W banget dah perjalanan hidupnya. Dari ditolak-tolak PH karena gak mau melepas jilbabnya sampai akhirnya menjadi seperti sekarang. 

Sepanjang membaca buku ini, saya sempat meneteskan air mata, terutama saat bagian sakitnya ibu oki. Betapa sayangnya dia sama ibunya. Dengan setia oki selalu menemani sang ibu yang menderita penyakit langka, Pemphigus vulgaris. Oki juga selalu memberikan semangat kepada ibunya, bukan malah ikut menjadi drop dengan keadaan ibunya. Episode kehidupannya saat awal-awal di jakarta juga membuat saya trenyuh. Betapa tegarnya oki yang masih SMA. Hidup sendiri di ibu kota dengan kesusahannya sendiri tanpa menceritakan pada keluarganya. Saya jadi malu. Sedikit sakit saja langsung lapor sama rumah. Malu juga saya rasakan saat tau betapa teroganisir sekali hidup oki, membuat daftar visi yang akan dia capai dan cara untuk mewujudkannya. Sedangkan saya? Tidak perlu diceritakan.

Dalam buku ini, bahasa yang ia gunakan sangat lugas dan bahasa sehari-hari banget, malah ada beberapa kata dan kalimat yang strukturnya tidak baku. Ini karena dia menulis dengan gaya bercerita. Bahasa yang ringan ini membuat buku ini mengalir dan gampang dipahami.

Buku ini recommended banget buat kalian yang masih remaja, anak SMP atau SMA. Buku ini bisa menjadi penyemangat untuk meraih impian kalian. Untuk kita (saya dan kalian) yang sedang berlatih berjilbab juga buku ini dapat kita jadikan referensi untuk istiqomah dengan jilbab kita.



Kamis, 27 Desember 2012

freebook leksika

1 komentar

Sebenarnya agak berat hati mempublish yang satu ini. Hal ini karena saya tidak mau nambah saingan. Tetapi,tak apalah. Kebaikan itu kan harus dibagi. :) . Mungkin dengan nge-share kebaikan ini, akan menjadikan pahala yang membawa saya ke surga. Haishhhh,sudah cukup prolognya.

Wokeh, buat agan agan dan sista sista yang suka buku, hobi baca, dan suka gratisan, ada kabar gembira buat kalian. Apakah gerangan? Yap, kalian bisa mendapatkan buku gretongan dari sebuah toko buku ternama di jakarta timur.

Sebut saja nama toko itu toko buku leksika. Toko buku yang dengan murah hatinya membagikan buku gratis tiap hari. Setiap harinya dibagikan 30 eksemplar buku yang dibagi dalam dua sesi, sesi 1 jam 13.00 dan sesi 2 jam 19.00.

Hmhmhm, pasti kalian sedang berburuk sangka. "halah, masa ada yang mau maunya bagiin gratisan di kota jakarta ini. Palingan juga buku second atau buku yang gak laku". Hey, stop suudzon teman teman. Buku yang dibagiin leksika ini 100% buku baru, masih ada plastiknya. Buku yang dibagiin juga bukann buku yang gak laku, melainkan buku-buku best seller atau buku yang baru terbit. Buku yang baru terbit ini pun gak sembarang buku. Biasanya buku dari pengarang buku best seller atau buku lanjutan dari buku best seller. Tertarik? Yaudah si kalau gak tertarik. Berarti sedikit sainganku. :)

Cara mendapatkan freebook ini yakni dengan register di bagian informasi hanya dengan menunjukkan KTP atau identitas lain bagi yang belum punya KTP. And then, setelah terdaftar, kalian tinggal capcus deh ke leksika pada jam-jam freebook. Ngantri,,,,, dan pulang dengan buku bestseller gretongan. :)

Eitsss, info yang paling penting nih. Lokasi toko buku ini ada di kalibata city square, jakarta selatan. Jadi gak tersedia di semua outlet toko buku leksika ya! Dan untuk tahu judul buku yang dibagi, just visit page facebook leksika. Search aja leksika kalibata city



So, tunggu apalagi. Sekalian nyari buku atau alat tulis, bisa dapet freebook juga! Sampai ketemu di sana ya!

Nb: penulis bukanlah karyawan atau pengelola leksika. Saya hanyalah seorang freebook hunter yang ingin berbagi info dengan kalian yang sama-sama freebook hunter. ;)

untuk kalian yang sedang dikecewakan

0 komentar

Ini adalah sebuah catatan tentang kekecewaan seorang cewek.bukan,bukan tentang cinta ataupun cowok.tapi ini adalah kekecewaan akan takdirnya (menurut dia sendiri).

Kekecewaan ini terjadi akibat dia sendiri yang menghidupkan harapan yang terlalu tinggi atas takdirnya.tapi sungguh harapan ini sudah dia timbang dengan kemampuannya.bukan kemampuannya yang tinggi,tetapi kemampuannya yang tidak terlalu tinggi membuatnya menaruh harapan yang lebih rendah juga.

saat takdir yang sudah lama ia tunggu dengan penuh rasa gelisah,akhirnya keluar juga.sekian lama ia tunggu tanggal main yang akan menentukan jalan hidupnya ke depan.doa tak pernah lupa ia panjatkan untuk mendapat takdir yang terindah sesuai dengan yang ia harapkan.permintaan doa dari orang terkasihpun tak lupa ia lakukan.

And finally,tanggal penentuan itu pun tiba.tanggal 19 desember adalah hari yang akan dia anggap sebagai mimpi.bagaimana tidak,rencana yang sudah dia bangun dalam pikiran dan harapannya harus diruntuhkan.takdir berkata lain dengan harapannya.sesuatu yang benar-benar belum pernah dia bayangkan.sesuatu yang dia minta dalam doanya agar tidak pernah terjadi.syok,itu yang dia rasakan.menangis adalah luapan spontan saat teringat takdir itu.

Butuh beberapa hari untuk menyadarkannya bahwa itu bukan mimpi,mimpi buruk.itu adalah kenyataan,takdir,dan catatan garis tangannya yang mau tidak mau harus dia terima.

Sampai akhirnya dia sadar,tak ada gunanya dia tangisi juga. Tidak akan terjadi perubahan apapun. Yang ada hanya matanya yang akan sembab dan badannya yang akan semakin kurus karena gak doyan makan.

Sadar nona manis! Ini sudah takdirmu. Ini adalah rezekimu. Yang pasti dipilihkan oleh Allah yang terbaik buat kamu. Berhentilah menangis dan menyalahkan takdir (astaghfirullah). Sekarang tinggal jalani yang ada di depanmu dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh sebagai wujud syukurmu.

Mari nikmati takdir ini! Karena hidup akan terus berjalan!


Kamis, 13 Desember 2012

Samanisme is Over

0 komentar
Samanisme adalah sebuah istilah yang saya gunakan sendiri untuk menyebut 'demam' saman. hah, 'demam' saman? yup,selama seminggu yang lalu, hidup saya dipenuhi dengan pikiran saman (maaf, agak lebay). Tiap hari saya (dan teman-teman grup saman) latihan menari saman. Walaupun durasinya hanya 3 jam tiap harinya, tapi itu lumayan menguras tenaga dan pikiran. Tenaga karena tiap latihan semua anggota badan harus digerakkan, mulai dari tangan, kaki (walaupun duduk), tubuh, sampai kepala. Pikiran karena banyak gerakan yang tiap harinya harus dipelajari. Hmhmhm, sebenernya gak banyak si, Cuma kan karena harus menyinkronkan diri gerak antara tangan, kepala, dan tubuh, serta menyinkronkan diri dengan musiknya. Apalagi buat kami yang sudah lama otaknya “nganggur”, belajar itu jadi lola banget. Saya sebut “demam” juga karena sepulang kantor, saya pasti mempraktekkan lagi gerakan yang dipelajari tadi siang, walaupun Cuma sekali doang. Ini saya lakukan karena saya benar-benar bersungguh-sungguh dalam menampilkan tarian nanti (padahal karena saya yang odong, jadi agak lola nerima pelajarannya, jadi butuh waktu lebih untuk belajar J).

Oya, latihan tari saman ini bukan semata karena iseng loh,tapi kami latihan untuk perform sebagai pengisi acara (tepatnya pembuka) pada acara talkshow hari antikorupsi di kantor pusat bea dan cukai. Tim saman kami terdiri dari 13 anak CPNS BeCe, ada saya, shinta, Tutus, Dwi, Dien, Sherly, Ratna, Dewi, Ima, Putri, Nadia, Amel, dan Asri. Dari yang pernah saya baca, jumlah penari saman ini harus ganjil. Dan pelatih kami yang baik hati bernama kak ety, dengan mbk deta sebagai SC kami J.

Entah ada angin apa yang membuatku ingin ikutan bergabung menari. Saat ada tawaran untuk menari, langsung saja saya mau. Apakah karena ingin belajar saman, apakah ingin show off, apakah ingin mencari kesibukan karena di kantor gak ada kesibukan (#eh), atau apakah iseng belaka. Entahlah, tetapi sepertinya alasan pertamalah yang membuat saya memutuskan untuk ikut gabung di tim saman. Ya, rasanya saya tidak punya kemampuan lain sebagai nilai lebih untuk pemuas diri (apa lah ini). Saya Cuma tau tentang akuntansi dan berkutat tentang itu. Jadi pas ada tawaran menari, saya gak memikirkan apakah tari saman itu susah atau saya harus tampil di depan pak dirjen atau saya akan dapat reward apa jika ikut berpartisipasi. Yang saya pikirkan adalah saya mau belajar tari saman, mumpung ada pelatihnya, dan Gratis. Hihihi. 

Buat brota brota dan sista sista yang mungkin belum tau tentang saman (walaupun saya yakin udah pada tau, tapi gak ada salahnya saya ingatkan kembali), berikut ini saya copaskan info tentang saman.
“Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.” (sumber: Wikipedia).

Tari saman ini merupakan tari yang tidak menggunakan musik dari tape recorder. Musik itu didapat dari nyanyian para penarinya, tepukan tangan dari penarinya, dan syeikh (pemimpin dalam tari saman). Kalaupun ada alat musik, paling hanya berupa gendang. Akan tetapi, karena kami hanya mempunyai waktu 6 hari untuk berlatih sebelum perform, kami menarikan tari saman dengan iringan lagu rekaman dari orang lain yang menari saman. Rasanya memang kurang mantap, tetapi tak apalah, suatu saat nanti insya Allah bisa sambil nyanyi juga.

Gerakan dalam tari saman sepengamatan saya seperti gerakan orang yang sedang berdzikir, sholat, ya pokoknya gerakan  beribadah dalam islam. Lagunya juga seperti ucapan syukur dan dzikir. Ya, panteslah ya untuk sebuah tarian dari sebuah daerah khusus yang menerapkan aturan islam bagi warganya. Untuk masalah susah gampang, menurutku gerakan tari saman itu gampang,, kalau dilakukan dengan pelan. Hahaha. Tapi kalau temponya udah cepat, masya Allah susahnya gerakan saman ini. Butuh latihan berulang-ulang sampai kita terbiasa melakukannya. Apalagi jika ditambah sambil menyanyi. Wowwww, koordinasi yang sangat andal diperlukan. Yap, saman ini butuh banget sinkronisasi semua anggota tubuh,ada tangan, kepala, badan, dan mulut. Saman juga butuh lutut dan tungkai kaki yang kuat karena posisi duduk berlutut saat menari ini. Walhasil, setiap habis latihan, lutut pasti sakit saat dibawa sujud pas shalat. Badan juga pada lebam akibat tepukan-tepukan saman yang harus dilakukan dengan penuh semangat.

Kata pelatih kami, yang saya iyakan juga, dalam tari saman ini, yang penting kompak dan rampak (penuh semangat). Ya benar juga, gerak tangan, noleh kanan noleh kirinya itu harus sama, naik ke atas turun ke bawahnya juga harus sama. Kalau tidak, ya akan kelihatan sekali perbedaannya karena kita duduk dalam satu baris.

And finally, pada hari selasa, tanggal 11 Desember 2012 ini, kami perform juga di depan pak dirjen BeCe dan para petinggi di Dirjen BeCe. Ini adalah pengalaman pertamaku menampilkan diri setelah terakhir saya tampil sebagai seniman tari pada usia 4 tahun saat TK. Jeddar, udah luamaaaa banget. Kalau “manggung” yang bukan nari terakhir adalah SMP, baca puisi karena emang butuh biar dapet nilai dalam pagelaran seni rupa kelas 3. Dan ahamdulillah, apresiasi yang bagus kami dapat dari pak dirjen dan para tamu. Dan yang pasti, gerakan kami lancar dan tidak ada yang miss. Alhamdulillah! J







Selasa, 11 Desember 2012

Welcome!!!

0 komentar


Akhirnya, gue punya blog…(gak enak ah, ngomong guenya), ralat…akhirnya, aku punya blog. Ya, blog seorang penulis amatir. Blog ini tercipta atas dasar keinginan saya untuk mengasah kemampuan saya dalam menulis dan menuangkan pikiran dan perasaan saya. Blog ini juga akan menjadi ajang curhat untukku. Rasanya di facebook atau twitter aja kurang. Kurang bisa berpanjang-panjang dan berbelit-belit. Di samping itu, dengan curhat di blog, saya pikir tidak akan banyak orang yang membacanya. Bahkan mungkin tidak akan ada yang membaca. Kecuali saya menyebarluaskan alamat blog ini. :)

Mengenai nama blog, ehm, sempat bingung mau dikasih nama apa blog ini. Mau nama yang berkaitan dengan instansi tempat saya bekerja, entar kasihan citra instansi saya jadi kurang bagus dengan tulisan saya yang kurang berbobot. Mau nama yang islami, ah gak pantas juga, kan blog ini mungkin tidak akan terlalu banyak tulisan tentang agama. Maklum, pengetahuan agama saya hanya pada level pas-pasan untuk masuk surga saja. Hehehe. Mau yang alay, seperti “gueadalahanakanakgembalasapieyahoyaho”. Aduuuh, aku kan bukan anak alay. Mau nama aku dan pasanganku, haduh lebih gak mungkin lagi. Pasangan aja belum ada. Dan tereteeenggg, terpilihlah nama yang saya pikir aneh tapi  bagus (menurut diri saya sendiri). Celoteh wong ndeso. seorang siska wulandika, wong asal desa penggarit, desa terpencil di provinsi jawa tengah, yang ingin berkicau lebih di dunia penge-blog-an.

And the last, saya berharap blog ini dapat bermanfaat buat saya sendiri dan mungkin bagi semuanya yang membacanya. Amin.. dah dah … bu bay…



 
Copyright © celoteh bocah ndeso